Selain kayu jati belanda, kayu kelapa juga menjadi salah satu jenis kayu yang paling sering digunakan untuk membuat peralatan dapur, salah satunya adalah piring kayu kelapa. Selain karena motifnya yang bagus dan khas, kayu kelapa juga terbukti cukup awet dan kuat digunakan hingga beberapa tahun ke depan.
Namun, berbeda dengan piring kaca yang bisa dicuci dengan mesin cuci piring, piring dari kayu kelapa membutuhkan perawatan yang berbeda. Tujuannya tentu saja untuk memastikan piring ini bisa dipakai hingga jangka waktu yang lama. Bagi Anda yang berencana membeli piring kayu kelapa, yuk simak dulu beberapa cara merawatnya di bawah ini.
Anti Ribet. Cara Merawat Piring Kayu Kelapa agar Tak Gampang Lapuk dan Rusak
Beberapa tahun belakangan ini, peralatan makan dari kayu menjadi salah satu trend yang cukup digemari. Selain karena dianggap lebih natural, tampilan dari peralatan makan tersebut juga terlihat unik dan estetik. Tempat makan dari kayu ini juga cocok dipilih untuk banyak jenis dapur.
Mulai dari dapur minimalis modern, tropical, hingga Japandi yang memang banyak mengambil unsur kayu. Selain itu warna khas yang biasa dimiliki oleh alat makan kayu ini adalah kecoklatan. Langsung saja, berikut beberapa cara merawat piring kayu kelapa yang perlu Anda perhatikan.
1. Sebaiknya Tidak Digunakan saat Makan Makanan Panas

Berbeda dengan piring keramik, piring yang terbuat kayu kelapa tidak disarankan digunakan untuk makanan yang terlalu panas. Sebab, suhu panas tersebut bisa mengubah warna dan tampilan dari permukaan kayu tersebut.
Jika permukaan piring kayu ini terkena panas terus menerus, lama-lama warnanya akan menjadi kusam dan terlihat tidak menarik lagi. Jika sudah begini, Anda sendiri yang nantinya akan merasa kesal dan menjadi ingin membeli piring baru lagi.
2. Sebaiknya Tidak Digunakan untuk Makanan Berkuah
Selain tidak cocok untuk makanan yang terlalu panas, piring kayu kelapa juga tidak disarankan untuk makanan yang berkuah. Hal ini dikarenakan kayu tidak terlalu tahan dengan tingkat kelembaban yang tinggi.
Bukan hanya itu saja, Anda juga tentu sudah tahu bahwa tingkat kelembaban yang tinggi bisa menimbulkan jamur pada kayu. Tak hanya sekedar bisa mempengaruhi tampilannya, munculnya jamur juga bisa mempengaruhi makanan serta kesehatan Anda.
3. Jangan Rendam Piring Kayu Terlalu Lama
Apakah Anda memiliki kebiasaan menumpuk piring kotor di sink yang tergenang air? Jika ingin menggunakan piring atau gelas kayu, maka Anda harus siap untuk meninggalkan kebiasaan buruk tersebut.
Sebab, kebiasaan buruk tadi bisa menimbulkan aroma yang tidak sedap pada peralatan makan Anda. Tak hanya itu saja, terus-menerus merendam kayu di dalam air juga bisa membuatnya menjadi lebih mudah lapuk hingga akhirnya rusak dan tidak bisa dipakai lagi.
4. Langsung Lap Piring Kayu Setelah Dicuci

Cara merawat piring kayu kelapa selanjutnya yang juga perlu Anda lakukan adalah langsung mengeringkan setelah dicuci. Tujuannya masih sama, yakni memastikan piring tidak dalam keadaan lembab dalam waktu yang lama.
Jika sudah benar-benar kering, Anda hanya perlu untuk menyusunnya saja di rak piring. Cara ini tidak hanya untuk merawat piring, namun juga melatih kedisiplinan Anda untuk selalu membersihkan rumah pada saat itu juga, bukan menunggu hingga pekerjaan menumpuk.
5. Mengoleskan Minyak pada Permukaan Piring
Cara satu ini memang masih belum banyak yang melakukannya. Padahal, jika Anda rutin melakukannya dalam enam bulan sekali, permukaan piring tidak hanya akan terlihat baru dan mengkilap, namun piring kayu kelapa tadi akan menjadi lebih tahan lama.
Salah satu jenis minyak yang direkomendasikan adalah minyak kelapa. Tidak hanya karena mudah ditemukan, namun minyak kelapa juga aman ketika bercampur dengan makanan yang akan Anda konsumsi. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan minyak mineral karena tidak menimbulkan rasa dan bau.
6. Menggunakan Bahan Alami untuk Membersihkannya
Saat ini memang sudah ada cukup banyak sabun pencuci piring yang mudah ditemui di minimarket dan warung. Namun, kebanyakan dari sabun tersebut terbuat dari bahan kimia. Sebagai alternatifnya, Anda bisa menggunakan air lemon. Hal ini dikarenakan kayu memiliki sifat yang menyerap bahan cair.
Jika bahan-bahan kimia tadi terus menerus terserap ke permukaan alat makan, bukan tidak mungkin lama kelamaan hal tersebut bisa mempengaruhi kesehatan Anda. Jadi, tidak ada salahnya untuk mencoba bahan alami bukan?
7. Tidak Menggunakan Mesin Cuci Piring Otomatis
Anda tentu sudah tahu bahwa saat ini sudah ada mesin cuci piring otomatis. Namun, Anda juga perlu mengetahui bahwa peralatan makan dari kayu tidak cocok dicuci dengan mesin tersebut. Salah satu alasannya karena penggunaan mesin ini bisa saja merusak piring tersebut.
8. Mengamplas Permukaan Piring Kayu Jika Dibutuhkan

Sedangkan cara merawat piring kayu kelapa yang terakhir adalah mengamplasnya jika dirasa dibutuhkan. Ya, gesekan yang terjadi terus menerus ketika piring tersebut digunakan memang memungkinkan sedikit perbedaan pada permukaan piring.
Jika sudah dirasa mengganggu, Anda bisa mengamplasnya sedikit dengan kain wol atau permukaan amplas yang paling halus. Jangan menggosoknya terlalu kasar, sebab hal ini malah bisa merusak permukaan dari piring itu sendiri.
Nah, itulah beberapa cara merawat piring kayu kelapa yang bisa Anda lakukan di rumah. Selain itu, salah satu yang paling perlu untuk Anda perhatikan adalah jamur. Jika sudah mulai muncul jamur dan sulit untuk dihilangkan, ada baiknya untuk tidak menggunakan piring itu lagi. Jadi, apakah Anda sudah yakin untuk menggunakan peralatan makan dari kayu?
