Setiap proyek mebel selalu menyimpan cerita tersendiri. Tidak hanya tentang kayu dan proses pengerjaan, tetapi juga tentang kepercayaan, kebutuhan, dan rencana masa depan pemilik rumah.
Salah satu proyek yang cukup berkesan bagi Joyo Mebel adalah proyek pembuatan meja kursi tamu custom menggunakan kayu milik klien sendiri milik Ibu Ang, yang berlokasi di Madukismo, Bantul.
Proyek ini menjadi bukti bahwa kayu lama yang masih utuh dapat diolah kembali menjadi furnitur fungsional dan bernilai estetika tinggi, asalkan ditangani oleh tenaga yang tepat.

Awal Cerita Proyek Bersama Ibu Ang
Cerita proyek ini dimulai pada 5 Mei 2025, ketika Ibu Ang pertama kali menghubungi Joyo Mebel. Dalam komunikasi awal tersebut, Ibu Ang menyampaikan bahwa dirinya memiliki beberapa batang kayu jati yang masih utuh. Kayu tersebut belum pernah digergaji atau dibelah, masih berupa batang hasil tebang.
Daripada kayu tersebut dibiarkan begitu saja atau dijual dalam kondisi mentah, Ibu Ang memiliki keinginan untuk memanfaatkannya menjadi perabot rumah tangga. Apalagi, rumah beliau di Madukismo, Bantul, saat itu sedang dalam tahap pembangunan, sehingga kebutuhan furnitur sudah mulai direncanakan dari awal.
Konsep Pekerjaan: Antara Reparasi dan Pembuatan Baru

Dalam penjelasannya, Ibu Ang menyebutkan bahwa proyek ini bisa dibilang sebagai reparasi, namun juga bisa dianggap sebagai pembuatan baru. Disebut reparasi karena menggunakan kayu lama milik sendiri, namun disebut pembuatan baru karena kayu tersebut diolah dari nol hingga menjadi furnitur siap pakai.
Adapun furnitur yang diminta antara lain:
- Meja kursi tamu
- Meja makan
- Kursi makan
- Nakas
Seluruh furnitur tersebut direncanakan dibuat dengan satu konsep agar terlihat serasi dan menyatu dalam interior rumah.
Kesepakatan Desain dan Finishing
Setelah melalui beberapa kali diskusi terkait kebutuhan, ukuran, dan fungsi furnitur, akhirnya kesepakatan proyek tercapai pada 25 Mei 2025. Untuk tampilan akhir, Ibu Ang memilih finishing melamin warna coklat muda.
Pilihan finishing ini sangat cocok untuk kayu jati karena mampu menonjolkan serat alami kayu, sekaligus memberikan kesan hangat, bersih, dan elegan. Warna coklat muda juga dinilai aman dan mudah dipadukan dengan berbagai konsep interior rumah, baik klasik maupun modern.
Biaya Pengerjaan dan Sumber Material
Untuk urusan biaya, proyek ini disepakati di angka Rp7.400.000, khusus untuk jasa pengerjaan. Seluruh kayu utama berasal dari Ibu Ang sendiri, sehingga biaya difokuskan pada proses pengolahan, pembuatan, dan finishing furnitur.
Namun, dalam proses pengerjaan, terdapat sedikit kekurangan material kayu. Untuk menjaga kualitas hasil akhir dan kekuatan konstruksi furnitur, kekurangan tersebut kemudian ditambahkan langsung oleh pihak Joyo Mebel tanpa mengubah konsep awal maupun hasil yang telah disepakati.
Proses Produksi dan Pengerjaan di Workshop
Proses pengerjaan dimulai dari pembelahan kayu jati yang masih berbentuk batang utuh. Kayu kemudian disiapkan dan disesuaikan agar siap dibentuk menjadi masing-masing furnitur. Tahapan ini memerlukan ketelitian dan pengalaman, karena kayu mentah perlu diperlakukan dengan benar agar hasilnya awet dan tidak mudah bermasalah di kemudian hari.
Selanjutnya, tim Joyo Mebel mulai membentuk rangka, menyusun konstruksi, hingga proses finishing melamin. Setiap detail dikerjakan secara bertahap untuk memastikan hasil akhir sesuai dengan harapan klien.
Kendala di Lapangan yang Relatif Minim
Selama proses pengerjaan berlangsung, tidak ada kendala berarti yang dihadapi di lapangan. Permintaan dari Ibu Ang tergolong standar dan jelas, tanpa detail yang terlalu rumit atau sulit direalisasikan.
Komunikasi yang baik antara klien dan pelaksana proyek juga menjadi faktor penting kelancaran pekerjaan. Dengan arahan yang jelas sejak awal, proses produksi dapat berjalan sesuai rencana dan waktu yang ditargetkan.
Pengiriman Menunggu Rumah Siap Dihuni

Meskipun furnitur telah selesai dikerjakan, pengiriman tidak langsung dilakukan. Hal ini dikarenakan rumah Ibu Ang masih dalam proses pembangunan. Demi menjaga kondisi furnitur tetap aman dan bersih, pengiriman disepakati untuk menunggu hingga rumah siap menerima perabot.
Akhirnya, pada 20 Juli 2025, tepat di hari Minggu, seluruh furnitur hasil pengerjaan Joyo Mebel dikirim ke rumah Ibu Ang di Madukismo, Bantul.
Penutup: Kayu Lama, Cerita Baru
Proyek pembuatan meja kursi tamu custom kayu sendiri ini menjadi salah satu contoh bahwa furnitur berkualitas tidak selalu harus menggunakan bahan baru. Dengan perencanaan yang matang, pengerjaan yang tepat, dan komunikasi yang baik, kayu lama dapat diolah menjadi perabot bernilai tinggi dan penuh cerita.
Bagi Joyo Mebel, proyek ini adalah wujud kepercayaan klien dan komitmen untuk memberikan hasil terbaik. Sementara bagi Ibu Ang, furnitur ini bukan sekadar perabot rumah, melainkan bagian dari cerita perjalanan membangun hunian impian.

