Dari banyaknya jenis material, kayu masih menjadi salah satu yang paling disukai. Selain karena memiliki tekstur dan motif khusus, jenis finishing kayu juga cukup beragam. Sehingga, Anda benar-benar bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan furniture.
Selain untuk menyempurnakan permukaan kayu, finishing juga dibutuhkan untuk menjaga kayu agar tetap bagus dan awet. Meskipun Indonesia terkenal memiliki beragam kayu yang berkualitas seperti jenis kayu jati, tetapi perawatan tetap dibutuhkan untuk menjaga kualitas kayu tersebut. Langsung saja, berikut beberapa jenis finishing kayu yang umum digunakan.
Mengenal Jenis Finishing Kayu dan Kelebihannya
Ketika melihat-lihat furniture di toko perabotan, sebagian besar dari Anda tentu menyadari bahwa meskipun materialnya sama-sama kayu, namun jenis permukaannya terlihat dan terasa berbeda. Hal ini biasanya sangat tergantung dari jenis finishing kayu yang digunakan.
Di mana, ada jenis finishing yang memberikan kesan doff, shining, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa jenis finishing kayu yang umum digunakan untuk furniture, antara lain:
1. Pernis/ Varnish

Jenis lapisan satu ini bisa dikatakan sebagai finishing kayu yang paling umum dijumpai. Pernis atau yang sering juga disebut dengan varnish merupakan cairan yang berasal dari gabungan antara thinner, drying oil dan beberapa bahan lainnya. Efek yang dimunculkan dari penggunaan finishing ini adalah glossy atau mengkilap.
Beberapa furniture yang sering menggunakan finishing ini berupa meja, kursi, bahkan hingga pintu dan jendela sekalipun. Selain memberikan efek glossy, pernis juga berfungsi untuk melindungi permukaan kayu, dan tentunya membuat kayu terlihat lebih cantik. Selain itu, harga pernis juga masih bisa dikatakan cukup terjangkau.
2. Melamin
Jenis finishing kayu selanjutnya yang juga sering digunakan adalah melamin. Jika pernis memiliki efek glossy, maka melamin sebaliknya, yakni memberikan efek doff yang elegan. Semakin ke sini, semakin banyak orang yang menyukai jenis finishing ini, bahkan banyak pula yang menyebutkan material ini merupakan salah satu finishing terbaik untuk kayu.
Dari segi ketahanan, melamin juga termasuk salah satu finishing kayu yang sudah teruji ketahanannya. Jadi, Anda tidak perlu merasa khawatir jika ingin mengaplikasikan finishing yang satu ini pada furniture.
3. Plitur Kayu

Setelah melamin, jenis finishing kayu yang selanjutnya adalah plitur kayu. Plitur sendiri merupakan cairan yang terbuat dari gabungan antara drying oil resin hingga pelarut yang biasanya berupa water based atau solvent based.
Berbeda dengan jenis finishing yang sudah disebutkan sebelumnya, efek yang diberikan oleh finishing ini adalah efek transparan, tetapi tentu saja permukaan kayu akan terlihat lebih cantik dan lebih matang dibandingkan ketika belum diberi finishing.
Plitur juga sangat cocok untuk digunakan pada berbagai macam barang dan perabotan. Mulai dari rak, kursi, hingga miniatur kayu sekalipun. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui bahwa finishing ini akan memberikan warna pada medianya.
4. Nitrocellulose (NC)
Nitroselulosa atau nitrocellulose merupakan bahan kimia yang di dalamnya terdapat kadar nitrogen yang sensitif. Selain untuk dijadikan sebagai finishing, NC juga dijadikan sebagai bahan peledak dan beberapa keperluan militer lainnya. Oleh karena itu, Anda yang ingin menggunakannya harus berhati-hati.
Selain itu, bahan ini juga biasanya lebih sulit didapat dibandingkan dengan beberapa jenis finishing kayu yang sudah disebutkan sebelumnya. Namun, tentu saja NC ini memiliki kelebihannya tersendiri. Salah satunya adalah bahannya yang lebih cepat kering, sehingga pekerjaan Anda akan lebih cepat pula.
Tak hanya itu saja, efek yang diberikan oleh bahan ini juga sangat natural, cocok bagi Anda yang menginginkan efek serupa pada perabotan di rumah.
5. Veneer Kayu
Siapa bilang hanya gigi saja yang bisa dipasang veneer? Nyatanya, saat ini sudah ada jenis finishing kayu yang cara kerjanya mirip dengan veneer gigi. Veneer kayu sendiri sebenarnya merupakan lembaran kayu yang sangat tipis, yakni hanya memiliki ketebalan sekitar 0.24 – 3 mm saja.
Beberapa jenis kayu yang sering digunakan untuk membuat lapisan tipis ini biasanya berupa kayu sungkai, jati, oak hingga mindi. Material yang akan dibuat menjadi veneer kayu awalnya berupa bahan mentah alami, yang kemudian diolah hingga menjadi lembaran tipis yang bisa dipasang dengan mudah di permukaan kayu.
Semakin ke sini, motif dari veneer kayu ini semakin beragam. Hal ini tentu akan memberikan pilihan yang lebih beragam untuk Anda sebagai seorang konsumen.
6. Wax

Ya, benar, wax yang dimaksudkan di sini adalah bahan yang sama seperti lilin. Namun, tentu saja teksturnya berbeda dengan lilin yang selama ini sering kita temui. Sebab, jika teksturnya padat, tentu saja pemasangan lapisan ini akan menjadi sangat sulit. Efek yang diberikan oleh jenis finishing kayu satu ini adalah glossy.
Cocok bagi Anda yang ingin memiliki furniture yang mentereng dan terlihat elegan. Namun sayangnya, lapisan ini bisa menghilang sendiri seiring berjalannya waktu. Sehingga, Anda harus mengaplikasikannya beberapa waktu ke depan.
Meski begitu, harga dari finishing kayu ini masih sangat terjangkau, sehingga Anda tidak perlu terlalu khawatir harus menghabiskan terlalu banyak uang nantinya.
Nah, itulah beberapa jenis finishing kayu yang perlu untuk Anda ketahui. Seperti yang sudah disebutkan tadi, setiap jenis finishing kayu memiliki karakteristik dan kelebihannya sendiri, Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan dan budget yang disediakan saja.
Satu yang terpenting, meskipun Anda sudah memberikan finishing, Anda harus tetap merawat setiap barang dan furniture yang dimiliki agar selalu bersih dan tidak cepat rusak. Semoga bermanfaat.